Berita

Taman Kampus YAPTI

Posted in Yapti on Jun 03, 2016


Kampus Yapti terus berbenah. Mempercantik kampus dengan memperindah lansekapnya adalah salah satu dari pembenahan itu.

Mengapa taman menjadi salah satu titik beratnya? Ditemui sela-sela ‘Soft Lounching” gedung baru kampus Yapti, ketua STIE Maysir Yulanwar menjelaskannya sebagai berikut:

“Taman memiliki fungsi yang sama besarnya dengan ruang-ruang kelas dimana para mahasiswa belajar dan diajar. Keduanya harus menjadi ruang yang aspiratif untuk menumbuhkan inspirasi-inspirasi dan kebersemangatan.

Kampus ini memang sengaja dirancang teduh dan sejuk, untuk menghilangkan stigma bahwa Jeneponto kering dan kerontang. Mahasiswa STIE-STKIP boleh tinggal di daerah yang kering, tapi mereka bersekolah di tempat yang teduh dan sejuk. Keterteduhan dan kesejukan sangat dibutuhkan oleh proses belajar mengajar. Di saat mereka belajar di ruang kelas berdinding batu, yang mereka isi adalah otak mereka. Dan di saat mereka belajar di ruang kelas berdinding pepohonan, yang mereka isi adalah hati, jiwa mereka.

Taman yang teduh juga berfungsi sebagai relaksasi mata dan jiwa. Melembutkan jiwa-jiwa para remaja Turatea yang keras, yang selalu ingin mencoba dengan caranya yang khas. Bagaimanapun, taman yang teduh nan sejuk diharapkan dapat berkontribusi menjadikan mahasiswa YAPTI dapat menyeimbangkan antara pengetahuan akal dan hati mereka,” papar Yulanwar.

Taman kampus Yapti dikerjakan 15 hari lamanya, yang dikomandoi langsung oleh Ketua STIE. Bahan-bahannya asli berasal dari bumi Turatea yang melimpah. Batu putih yang lebar diambil dari Lantaka, Bontotangnga. Rumputnya yang segar diambil dari Boyong, TamanRoya. Batu-batu kecil yang putih nan mulus diambil dari Pantai Garassikang, Bangkala.

“Taman kampus ini adalah lambang dari kekayaan alam Jeneponto yang melimpah,” jelas Yulanwar menutup pembicaraannya. []

Galeri: Taman Kampus Yapti

Kategori

Agenda

AGENDA LAIN

Yapti